rel='shortcut icon'/> aryudiwai mind

TITLE-TEXT

your summary/description here ...

Free Blogger Template

Ipietoon provide free blogger template, blogger trick and tips, design resources

September 19, 2011

Heran , Bukan , Bangga

Posted by aryudiwai at 04.22
Mungkin judul di atas terasa aneh dan nggak nyambung maknanya, yup ... memang disengaja pengen bikin tulisan yang terdiri dari tiga bagian yang saya sendiri belum tahu ada hubungan atau tidak .. so weird..

Heran
Kadangkala yang namanya bakat muncul tanpa kita sadari, mungkin dalam kehidupan sehari2 kita hanya berusaha menjalankan rutinitas tanpa pernah memikirkan potensi diri (bagian dari hidup yang membosankan). Dan sampai suatu hari ada seseorang yang memberikan pujian atas pekerjaan/kebiasaan kita yang dianggap luar biasa... heran ? namanya pujian jelas positif maknanya, berbanding terbalik kalo diberi hujatan.... heran ?
Bisa jadi bagi kita hanya sesuatu yang harus di lakukan , mungkin karena tuntutan kewajiban atau sekedar hoby menghabiskan waktu  ( iseng ). Banyak hal karena iseng justru menjadi komoditi , jadi jangan heran kalo suatu saat bakat kita di temukan orang lain (syukur2 pencari bakat )... heran ?

Bukan
Katanya dalam hidup ini ,rejeki, jodoh dan kematian sudah diatur oleh Sang Hyang Widhi yang kemudian di terjemahkan sebagai takdir. Tapi dalam menjalankan kehidupan tidak seharusnya kita hanya menyerah pasrah saja karena merasa semua sudah di atur dan bergantung pada nasib aja.
Manusia semodern apapun masih percaya akan ramalan dalam bentuk apapun , mungkin karena rasa penasaran akan rejeki, jodoh dan kematian hingga selalu ingin tahu rahasia langit... Bukan ?
Kita selalu terobsesi dengan ramalan hingga menyakininya dan kadang2 justru menjadi sugesti dalam menjalankan keseharian... Bukan ? Apa yang mau saya katakan  kalo sebenarnya  ramalan itu hanya bersifat umum saja dan bisa jadi tidak sedikitpun sesuai dengan karakter kita ... bukan ! benar2 bukan !!!

Bangga
Kata ini tentu bearti sangat dalam, karena bermakna "sesuatu banget ya " ( kerasukan Syarini ) .. bangga ? tapi terlepas dari apapun juga , mempunyai perasaan ini jelas luar biasa. Kata ini identik dengan manusia optimis atau sukses dan selalu percaya diri dalam menjalankan kehidupan.
Punya perasaan bangga tentu luar biasa , terlepas itu untuk diri sendiri maupun pada sesuatu yang sangat bearti. Kita semua pasti ingin punya sesuatu yang bisa di banggakan even itu dalam hati yang nggak mungkin kita ceritakan pada orang lain karena mungkin di anggap gila atau ke GRan .... Bangga !!

So terlepas ketiga kata itu ada hubungan atau tidak, dalam bulan September ini saya telah merasakannya dan walau nantinya di anggap gila , sayapun sudah siap mental .... he he he ,.... heran ? bukan ? bangga !!!!

Continue Reading

Juli 28, 2011

?('o'?) LOE, (?','?) GUE = ?(???)? END...

Posted by aryudiwai at 00.19
Cinta itu seperti extacy, memberikan kesenangan  dan lupa diri saat mabuk cinta, lalu apa yang terjadi saat sadar cinta ? Tersadar dari cinta yang salah dan dipaksakan , lalu mulai mencari alasan pembenar untuk menyakiti cinta itu.

Banyak pendapat mengatakan resiko jatuh cinta / mabuk cinta adalah di sakiti , hmmm .. let me figure out... jadi kesimpulannya ada alasan pembenar kalo cinta harus disakiti dan itu bagian dari permainan yang namanya "Game of Love ".
Tidak semua yang memainkan permainan ini akan tersakiti, banyak juga yang survive dan berakhir happy ending ( I like  this part ). Bagaimana dengan sisa lainnya ? mereka adalah korban dari permainan ini dan harus siap terima resiko.

Yang mengherankan adalah para korban cinta bisa menikmati permainan ini dengan dalil disakiti adalah bagian dari cinta.... cinta perlu pengorbanan, cinta itu buta atau bilang "I love this Game, ect.....sekilas dalil ini bisa diterima hingga muncul pertanyaan .. apakah mereka sakit jiwa ?.. Halloooo wake up guys, dunia nggak selebar pinggangnya Syarini...

Game of love mesti dimainkan dengan indah ,  take & give dan berakhir dengan wiwn win solution, cinta itu gagal kalo berat sebelah, hanya terima duka atas dalil nama cinta. Diluar sana masih banyak orang baik yang lebih layak dicintai daripada meneruskan game of love yang berakhir dengan luka dan nanggis darah... he2..

Pilihan hidup ada 3, married/not married/Hidup Sejawat ... tidak ada standar baku di akhir abad 21 .. mumpung masih ada kesempatan untuk Leave the Game or Change it, segera ucapin mantra "?('o'?) LOE, (?','?) GUE = ?(???)? END.".... the choice is yours...

for someone out there, you know what i mean.... evil mode on
Continue Reading

Juli 07, 2011

Bangsawan kesiangan

Posted by aryudiwai at 16.15
Semua orang pasti terobsesi pengen jadi keluarga bangsawan, hidup layak dunia dongeng dengan segala fasilitas. Punya mimpi jadi bangsawan adalah normal dan waras, yang nggak waras adalah pengen jadi bangsawan dengan jalan pintas *Royal Wannabe* yang akhirnya jadi bangsawan kesiangan.

Tujuannya bisa macam2, dari sekedar gaya hidup, sosialita ataupun pencitraan... untuk mendapat gelar bangsawan jaman sekarang sangat gampang apalagi versi lokal. Kesultanan yang rajin memberikan gelar bangsawan setiap tahun adalah keraton solo, yang pada prinsipnya untuk mendapatkan gelar bangsawan ada persyaratan yang perlu di nilai kelayakannya. 

Hal yang paling prinsip untuk mendapat gelar bangsawan keraton solo adalah aktif dalam menjaga kelestarian budaya jawa khususnya keraton, tapi kenyataannya banyak sekali orang awam yang nggak jelas peranannya dalam kebudayaan jawa keraton bisa memperoleh gelar tersebut.
Dari kenyataan ini, muncul dugaan dan kecurigaan, layak kah gelar bangsawan itu ? jelas sudah melenceng jauh dari prinsip awal, atau justru emang gelar itu bisa di beli ? ...

Mendapatkan gelar bangsawan dengan cara ini jelas bikin malu, dan akan jadi bahan tertawaan masyarakat yang mempertanyakan layak tidaknya mendapat gelar bangsawan.
Kalo tujuannya pencitraan jelas salah besar, agar mendapat nilai plus tentu salah kaprah. Berapa banyak kepala daerah yang sudah diberi gelar bangsawan tapi nggak ada hubungannya dengan budaya jawa apalagi keraton.

Bagi mereka yang di beri gelar bangsawan bisa berkelit kalo mereka mendapat gelar tersebut karena dianggap layak dan lolos seleksi ... argumen yang salah kaprah tanpa isi. Coba di refresh otaknya dulu , apa hubungan nggak sama budaya jawa ? budaya keraton ? kontribusinya apa ?
Bukan kebanggaan yang di dapat tapi malah di cap tolol dianggap bangsawan kesiangan. Untuk semua kepala daerah , saya cuma ingatkan bahwa masyarakat nggak butuh bangsawan untuk jadi pemimpin tapi pemimpin yang merakyat....
Continue Reading

Juni 22, 2011

Menuju Singkawang1 , part 2

Posted by aryudiwai at 13.59
Setahun yang lalu dengan judul yang sama , saya menulis tentang peta politik persaingan dalam pilkada 2012 yang akan datang, sampai hari ini tidak ada perkembangan yang signifikan atau cenderung membosankan. Kayaknya para elite politik kita tidak ada yang kreatif dalam mengolah isue. Terlalu banyak isue2 basi berbau SARA yang masih terus di jadikan senjata menarik simpati.

Kayaknya para elite kurang memahami atau pura2 nggak tahu kalo singkawang itu unik dengan segala keterbatasannya, yang pada prinsipnya mempunyai nilai jual ekonomi yang tinggi. Singkawang di pimpin siapa saja nggak mungkin maju jika para elite hanya terus menyerang pribadi dan golongan demi keuntungan pribadi.
Masyarakat singkawang pada umumnya nggak terlalu terpengaruh, selama tidak menganggu hajat hidupnya dan cenderung antipati.Masyarakat sebagai pengerak roda perekonomian jangan terus di benturkan dengan isue2 basi dan kalo timbul masalah, muncul para   elite yang sok jadi pahlawan kesiangan yang seakan2 membela kepentingan masyarakat.

Pada prinsipnya dalam era demokrasi, kalo kita nggak suka para pemimpinnya , cukup jangan di pilih lagi di periode selanjutnya, nggak perlu menganggu dengan isue2 basi yang justru menghambat pemerintahan.
Saya bukan pendukung HK yang katanya suka curhat, tapi kalo sasaran tembak selalu HK yang dianggap gagal memakmurkan singkawang, tentunya tidak fair. Keberhasilan bukan di ukur dari satu orang saja, tapi keseluruhan struktur pemerintah yang berjalan efektif atau tidak. 

Surat kabar juga bertanggung jawab karena sangat doyan membenturkan penyataan pribadi yang belum tentu layak di liput, atau bahkan narasumber yang nggak jelas. Pada jaman sekarang dengan banyaknya social media, segala informasi dengan gampang di dapat, harusnya para elite bisa memanfaatkan sarana ini untuk mengali informasi dari masyarakat bukannya menjadikan sarana ini sebagai ajang menghujat apalagi pakai anomin.

Saran saya kalo mau jadi pemimpin singkawang : "Jangan RASIS " baik perkataan dan perbuatan....hebat lagi  kalo bisa dalam pikiran juga  : ))
Continue Reading

Mei 15, 2011

Dari Singkawang, Saya Berhenti Berkata: Yang Paling Indonesia!

Posted by aryudiwai at 13.01


Mengaku yang paling Indonesia... Saya jadi malu. Apalagi mau bicara soal nasionalisme, rasanya nyali jadi menciut! Biasanya saya paling vokal, paling lantang sampai bicara kasar bila ada kesempatan dalam forum yang mendiskusikan masalah akuisisi budaya Nusantara oleh negara tetangga. Ditengah rasa bangga dan semangat mengelola Web Dongeng Anak Nusantara bersama teman-teman kompasianer lainnya, mengumpulkan berbagai legenda Nusantara, dongeng anak, justru satu kenyataan pahit yang saya dapatkan dari sahabat putra asli Singkawang-Kalimantan Barat. Indonesia bakal kehilangan potongan sejarahnya! Kali ini yang mengadopsi bukan Malaysia, tapi Singapore! Ironisnya, sejarah yang bakal hilang itu justru yang sama sekali tak pernah ada dalam catatan sejarah Indonesia. Tragis! Bangsa yang besar ini dianggap tidak bisa memelihara sejarah, sampai-sampai negara lain yang harus mengadopsi dan membuat replika sejarah itu, dan justru sangat berhasil dalam prakteknya. Ya! Negara Singapore adalah replika dari sebuah republik pertama yang pernah ada di Asia, tepatnya di Nusantara, bahkan lebih dulu ada sebelum berdirinya Negara besar Amerika. REPUBLIK LAN FANG!



Jauh sebelum Indonesia terbentuk jadi sebuah negara, di bagian Barat Kalimantan (Borneo) telah berdiri sebuah bentuk republik, dan berhasil bertahan selama 110 tahun sebelum dihancurkan oleh penjajahan Belanda. Republik ini didirikan oleh orang China yang saat itu dikirim sebagai pekerja tambang, saat terjadi gold-rush di Borneo. Meskipun hanya dianggap sebuah dongeng sebelum tidur, realita yang ada menunjukkan banyak sekali jejak peninggalan republik ini yang tersebar di seluruh Kalimantan Barat, dan sangat memprihatinkan, tak terawat! Inilah yang saya katakan sebagai IRONIS. Justru keberadaannya ramai sekali dibicarakan dalam bentuk artikel atau forum diskusi di luar negeri.

Adalah seorang Lo Fong Pak, prantau bersuku-bangsa Hakka dari negeri China berusia 34 tahun, yang berhasil mempersatukan 14 kongsi dagang yang terdiri dari berbagai golongan suku bangsa Hakka yang ada di Borneo, dan menamakannya dengan LAN FANG. Persatuan ini ditujukan untuk melindungi diri dari persengketaan, yang kerap terjadi, dan mengancam terpecah belahnya persatuan di daerah itu. Lan Fang sangat berhasil dan namanya kian masyhur, nama Lo Fong Pak menjadi identik dengan Lan Fang, dan keberhasilannya diakui oleh kesultanan di seluruh Kalimantan bagian Barat. Atas dasar persatuan kongsi dagang itu, berdirilah sebuah pemerintahan yang  dinamai persis seperti kongsi dagang itu, Lan Fang. Meski rakyat mendesak agar Lo Fong Pak menjadi sultan dan menjalankan kesultanan dalam pemerintahannya, Lo Fong Pak menolak, dan bersikukuh memilih bentuk republik, dengan sistem pemerintahan 'presidential'.

Melalui pemilihan umum akhirnya Lo Fong Pak terpilih menjadi presiden pertama Republik Lan Fang. Beribukota di Tung Ban Lit (Mandor) yang secara harafiah berati "Timur dengan selaksa konstitusi". Bendera Republik Lan Fang berbentuk segi empat berwarna kuning dengan tulisan berbahasa Mandarin "Lan Fang Ta Tong Chi". Seperti yang tertera pada tugu peringatan, Republik Lan fang berdiri pada tahun 1776, yang menjadi menarik dari keberadaan republik ini adalah, justru saat itu bentuk pemerintahan masih berupa kesultanan, dimana hukum adat masih sangat kokoh dipraktekkan. Kesultanan Bugis, Melayu dan Dayak sangat berkuasa di daerah pesisir dan daratan Kalimantan. Konsep Republik justru berhasil memperkokoh ikatan persaudaraan di daerah Kalimantan Barat.  Presiden pertama Republik Lan Fang, Lo Fong Pak wafat pada tahun 1795.



Beberapa catatan menarik tentang Republik Lan fang, antara lain:

  • Diberlakukan sistem Pemilihan umum yang pada saat itu sama sekali belum dikenal dalam iklim pemerintahan Kesultanan di wilayah Borneo.

  • Konsep Trias Politika sudah dipraktekkan, pemerintahan dijalankan dengan mengaktifkan lembaga Legislatif, Yudikatif, dan Eksekutif.

  • Republik ini telah memiliki kitab undang-undang hukum, menjalankan sistem pertanian, membangun sarana transportasi, mengatur pertambangan menjadi lebih baik, menyelenggarakan konsepperbankan, dan mengutamakan pendidikan bagi warganya.

  • Republik Lan Fang bertahan selama 110 tahun, dan telah memilih 10 orang presiden sebagai pemimpin republik.

  • Saat Republik Lanfang memasuki usia ke-47 yang dipimpin oleh presiden ke-5, Belanda telah menguasai seluruh daratan Borneo, Lan Fang mulai kehilangan hak otonomi, dan menjadi bagian dari kolonial Belanda.

  • Saat VOC membuka kantor cabang di kota Pontianak, mulailah campur tangannya menguasai Republik Lanfang, dan sempat bertahan selama 4 tahun,  akhirnya menyerah kalah. Orang-orang Republik Lan Fang banyak yang melarikan diri ke Sumatera (Malaka).


Kini beredar rumor, bahwa Negara tetangga kita, Singapore adalah Republik Lanfang Modern, replika yang sangat pas, dan berhasil mengadopsi sistem pemerintahan Lan Fang, kenapa? Konon Lee kwan Yew sang pendiri negara kecil yang makmur ini adalah seorang keturunan pendiri Lanfang yang berhasil lari ke Sumatera, berikut ini sekelumit bukti yang mengarah pada kebenaran berita tersebut:
_________________________

My family history in Singapore began with my paternal great-grandfather, Lee Bok Boon, a Hakka …… Lee Bok Boon was born in 1846 in the village of Tangxi in the Dabu prefecture of Guangdong …… My grandfather, Lee Hoon Leong – whom I addressed as Kung or “grandfather” in Chinese – was born in Singapore in 1871 …… My father was born in Semarang in 1903, in the Dutch East Indies.

Chua Kim Teng [LKY’s maternal grandfather] … was born in Singapore in 1865, into a Hokkien Chinese family that came from Malacca. … His first two wives had died and the third was my grandmother, Neo Ah Soon, a large, broad-shouldered Hakka from Pontianak in Dutch Borneo, who spoke the Hakka dialect and Indonesian Malay. (From Lee Kuan Yew, The Singapore Story: Memoirs of Lee)
_____________________
Setelah Malaysia berhasil membangun sebuah museum yang sangat mewah, lengkap dan megah yang dinamakan Museum Kerinci, tidak heran kalau sekarang Singapore sedang merampungkan sebuah museum yang tak kalah megahnya, tak kalah lengkapnya, dan akan dinamakan MUSEUM LAN FANG. Indonesia hanya boleh gigit jari! tanpa usaha apapun, tanpa upaya apapun... Bukan tidak mungkin nanti anak cucu kita belajar sejarah Nusantara harus pergi ke Singapore, ke Malaysia.. Belanda, apakah ini yang dicita-citakan? Nusantara meluas ke seluruh pelosok dunia, karena sejarahnya dimiliki negara lain. Apa bangganya bila saya kini meneriakkan kalimat YANG PALING INDONESIA ??!!

Keprihatinan yang sangat dalam adalah saya belum bisa berbuat banyak untuk Nusantara tercinta ini, saya belum mampu! tapi jauh di lubuk hati yang terdalam cinta ini tak akan pernah pudar, jadi saya akan berhenti bicara tentang nasionalisme, berhenti membicarakan cita-cita muluk tentang Nusantara. Sebagai gantinya saya akan berdoa di dalam hati saja. Semoga generasi penerus yang memimpin Indonesia datang dari orang-orang yang beriman, takut pada azab Tuhan yang mengerikan, memiliki cinta dan tanggung jawab besar terhadap Tanah Air yang kaya raya ini.

artikel ini karya @nonarray dari diskusi di twitter dgn @rbonardy

Continue Reading
 

aryudiwai mind Copyright © 2009 Blue Glide is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Journal