rel='shortcut icon'/> aryudiwai mind

TITLE-TEXT

your summary/description here ...

Free Blogger Template

Ipietoon provide free blogger template, blogger trick and tips, design resources

September 30, 2010

status facebook yang menghebohkan ?

Posted by aryudiwai at 14.03
Blogger Templateskali ini saya akan memberikan beberapa kategori manusia yang sangat aktif di jejaring sosial, selamat menilai ya....
 1.Manusia Super Update
Kapanpun dan dimanapun update status. Biasanya Status ga panjang2 amat..kebanyakan hal2 yang ga terlalu penting juga dipublikasikan contoh
: “Lagi tidur..”(tidur kok bisa update…:), “Lagi makan di restoran A..”, “Dalam perjalanan menuju neraka..”, “Saatnya baca koran..”, dsb..
2.Manusia Melankolis
Biasanya dia curhat di status. Entah karena ingin banyak diberi komentar dari teman2nya atau hanya sekedar menuangkan unek2nya ke facebook, tapi biasanya orang tipe ini menceritakan kisahnya dan terkadang menanyakan solusi yg terbaik kepada yang laen.. contoh : “Kamu sakitin aku..lebih baik aku cari yang lain..”, “Cuma kamu yang terbaik buat aku..terima kasih km sudah sayang ama aku selama ini..”, dsb..
3.Manusia Tukang Ngeluh
Ga pagi, ga siang, ga malem, ga dikasih ujan, ga dikasih panas, ga
dikasih uang, ga dikasih makan, pokonya semuanya dia keluhkan.. contoh :
” Jakarta maceeet..!! Panas pula..”, “Aaaargh ujan, padahal baru nyuci
mobil..sialan. .!!”, “Males ngapa2in.. cape hati gara2 si do’i..”, dsb..
4.Manusia Sombong
Mungkin beberapa dari mereka ga berniat menyombongkan diri, tapi
terkadang orang yang melihatnya, yang notabene tidak bisa seberuntung
dia, merasa kalo statusnya itu kelewat sombong, dan malah bikin sebel..
contoh : “Otw ke Paris ..!!”, “BMW ku sayang, saatnya kamu mandi..aku
mandiin ya sayang..”, dsb..
5.Manusia Puitis
Dari judulnya udah jelas. Status nya selalu diisi dengan kata2 mutiara,
tapi ga jelas apa maksudnya. Bikin kita terharu? Bikin kita sadar atas
pesan tersembunyi nya? atau cuma sekedar memancing komentar? Sampai saat ini, tipe orang seperti ini masih dipertanyakan.. contoh : “Kita
masing-masing adalah malaikat bersayap satu. Dan hanya bisa terbang bila
saling berpelukan”, “Mencintai dan dicintai adalah seperti merasakan
sinar matahari dari kedua sisi”, “Jika kau hidup sampai seratus tahun,
aku ingin hidup seratus tahun kurang sehari, agar aku tidak pernah hidup
tanpamu”, dsb…
6.Manusia in English
Tipe manusianya bisa seperti apa saja, apakah melankolis, puitis,
sombong dan sebagainya. Tapi dia berusaha lebih keren dengan
mengatakannya dalam bahasa Inggwis Gicyu Low.. contoh : “Tie and
Chair..”, “I can tooth, you Pink sun..” dsb..
7. Tipe alay…
updatenya gaul2… dan bahasa dewa.. ejaan yang dialaykan..
contoh..” met moulnin all… pagiiieh yg cewrah… xixiixi” << lol~
8. Tipe obsesi…
ngarep… tp ga kesampaian.. pengen jd artis ga dapat2.. dll..
contoh : :duwh… sesi pemotretan lagi! cape…
9. Tipe Sok tau..
sotoy tenarnya..
contoh : pemerintah selalu memanjakan rakyatnya.. bla…bla…bla. .
pdahal ga tau apa yang ditulis..
10. Tipe bioskop mania..
update film yang abis ditonton dan kasih comment..
contoh : ICE AGE 3..REcomended! !
11. Tipe pedagang:
contoh: “jual sepatu bla bla bla”
12. Tipe penyuluh masyarakat:
contoh: “jangan lupa dateng ke TPS, 5 menit utk 5 tahun bla..bla”
13. Pengguna Facebook Tipe Kaskuser
baru online ‘PERTAMAXXXX GAN!’….
5 menit lagi ‘kalo berkenan cendolnya donk gannn’….
1 jam lagi ‘aduh sial gagal pertamax di trid sendiri’…….
beberapa jam lagi ‘YES GW UDAH ISO2000′, trus nawarin ‘bagi2 cendol
gratiss di kaskus ngerayain ISO ‘ kalo online pagi ‘pagi2 enaknya
ngaskus gan!’, ‘tidur telat bangun pagi2 nyalain komputer ngaskus lagi’
14.Manusia Alay …(nggak jelas maunya apa).
Ada berbagai macam versi, dari tulisannya yang aneh, atau tulisannya
biasa aja, hanya saja kosakata nya ga lazim..ato mungkin ada yg
fusion…, biasanya ABG yg doyan begineehh.. Alay 1 : “DucH Gw4 5aYan9
b6t s4ma Lo..7aNgaN tin69aL!n akYu ya B3!bh..!!”
Alay 2 : “km mugh kog gag pernach ngabwarin aq lagee seech? kmuw maseeh
saiangs sama aq gag seech sebenernywa?”
Alay 3 : “Ouh mY 9oD..!! kYknY4w c gW k3ReNz 48ee5h d3ch..!!”
(Khusus buat tipe ini, ga usah di baca juga gpp…)
15.Tipe Hidden Message
Tipe ini biasanya ga to the point, tapi tentunya punya niat biar orang
yg dituju membaca nya..bagus2 kalo baca..kalo ngga? kelamaan nunggu,
padahal langsung aja sms ya.. contoh : “For you my M***, I can’t live
without you..you are my bla bla bla..”, “Heh, cewe bajingan..ngapain lo
deket2in co gw?! kyk ga laku aja lo..” <<< (padahal ce tersebut ga jadi
friend nya..mana bisa baca..)
16.Tipe Misterius
Tipe yang biasanya bikin banyak orang bertanya tanya atas apa maksud
dari status orang tersebut..Biasanya dalam suatu kalimat membutuhkan
Subjek + Predikat + Objek + Keterangan.. Tapi orang tipe ini mungkin
hanya mengambil beberapa atau malah hanya 1 saja…Dan pastinya
mengundang kontroversi. . contoh : “Sudahlah..”, “Telah berakhir..” <<<
(apanya??), “Termenung…”
Continue Reading

September 28, 2010

Mau jadi Pecandu pornografi ?

Posted by aryudiwai at 13.02
Blogger TemplatesTulisan saya kali ini agak ringan aja mengenai kecanduan sex atau film porno, hal ini sudah menjadi bagian hidup dan bahkan merupakan perabadan dari manusia. Sejak jaman Nabi hingga sekarang sudah begitu banyak kitab, artikel, jurnal sampa ebook yang sudah di plubikasikan, belum lagi kalo kita googling dan kalo nggak hati2 akan terhanyut dan kecanduan porn or sex.
Ada yang mau saya share lagi mengenai apa sih kategori porn or sex addict ? jangan2 kita udah dalam zona tersebut tetapi tidak menyadari or bahkan lupa karena memberikan sensasi nikmat......hmmm jadi mau googling lagi nih......evil mode on.

Saya coba memberikan sedikit info agar kita tahu posisi ada di zona mana, porn addict ciri2nya :
1. anda melakukan rasionalisasi saat menikmati pornografi: ahh inikan hanya browsing....
2.menyaksikan porn lebih sering, meningkat dan periode lebih lama dari yang direncanakan.
3.menarik diri dari fungsi sosial, pekerjaan, kuliah dll demi menikmati pornografi
4.ada hasrat yang kuat dan terus menerus tapi tidak berhasil untuk mengurangi pornografi
5.banyak waktu dihabiskan untuk menikmati pornografi.
6.anda lebih rela waktu istirahat anda untuk menikmati pornografi.
7.tetap menikmati pornografi walau awal anda tahu efek negatifnya.
Kalau anda ada di dalam point diatas maka anda sudah masuk kategori porn addict, terus harus gimana donk kalo udah addict? he2....ada 2 opsi untuk anda mau berhenti dengan segala kegelisahannya or teruskan dengan segala kerusakannya ( sakit jiwa ), hmm kayaknya saya juga udah hampir2 menyentuh zona addict juga....

Tulisan ini sebagai hiburan atas segala hiruk pikuk masalah bangsa yang nggak habis2nya dan mulai membosankan...mungkin saatnya kita ganti semua rakyatnya daripada ganti pemerintahnya karena udah nggak mampu mengatur bangsa yang sudah sakit ini....maaf bukan kebanyakan menikmati pornografi tetapi memang darisana nya udah sakit jiwa....ha2

Blogger Templates
Continue Reading

September 26, 2010

Fenomena Membela teroris

Posted by aryudiwai at 21.50
Blogger TemplatesSaya mau sharing tentang fenomena masyarakat kita dimana para wartawan, aktivis, dan kaum terpelajar yang secara gencar dan menjengkelkan membela para teroris. Sebagian mereka tampaknya tak menyadari apa yang sedang mereka lakukan, sebagian lainnya hanya demi bergenit-genit saja, dan sebagian lainnya, tampak jelas mendukung ideologi serupa dengan para teroris hanya saja dengan sedikit kemasan yang diilmiah-ilmiahkan.
Tentu saja, setiap upaya mempertanyakan prosedur hukum haruslah dihargai dan dijunjung tinggi. Adalah sebuah truisme belaka bahwa polisi bukanlah sebuah profesi yang rentan dari kesalahan. Tugas wartawan adalah mempertanyakan prosedur-prosedur yang dilakukan polisi, termasuk dalam menangani persoalan terorisme. Saya justru merasa senang bahwa pers kita kini sangat kritis dan tak takut lagi dalam menyorot kinerja aparat kepolisian.
Namun, sikap kritis tentu ada batasnya. Pencarian kebenaran haruslah bermuara pada penemuan, bukannya pada pencarian itu sendiri. Premis-premis dalam logika dibangun untuk mengantarkan kita kepada kesimpulan, bukannya pada penciptaan satu premis baru yang ad infinitum. Dalam dunia khayal, Anda mungkin bisa melakukan itu, tapi dalam dunia nyata yang menyangkut nyawa orang banyak, kecuali jika Anda sakit jiwa atau berhati teroris Anda mau melakukannya.
Bersikap tegas kepada para teroris memang bukan hal yang mudah, terutama jika Anda punya kesamaan visi dengan para pelaku teroris itu, misalnya dalam meyakini adanya teori konspirasi, kebrutalan dan kesewenang-wenangan Amerika. Hanya jika Anda punya pikiran yang benar-benar jernih Anda bisa membedakan mana yang benar dan mana yang keliru.
Perang terhadap terorisme memang bukanlah sesuatu yang mudah sekarang ini, karena yang kita hadapi bukan hanya para pelaku teroris, tapi juga para simpatisannya yang jumlahnya berkali lipat. Aparat polisi bisa menangkap pelaku teror tapi tentu saja harus menahan diri dan kejengkelan dari para pembela teroris yang muncul dalam beragam ekspresi.
Polisi misalnya harus menahan diri dan kejengkelannya terhadap Abu Bakar Baasyir, yang terang-terangan membela para teroris dengan menyebut mereka sebagai “counter-teroris,” maksudnya adalah bahwa mereka melakukan teror demi mencegah teror yang lebih besar. Yang dia maksud dengan “teror yang lebih besar” adalah teror yang dilakukan Amerika Serikat.
Para polisi juga harus menahan diri sambil mengurut dada terhadap para wartawan yang menyebut dirinya “jurnalis investigatif” yang menuhankan dan menyembah data. Tentu saja, sebutan “jurnalis investigatif” ini dimaksudkan untuk memanipulasi kesimpulan-kesimpulan yang sudah dibuat polisi. Tak perlu dikatakan bahwa ada banyak wartawan yang jujur dan berpikiran jernih, walau ada sebagian kecil dari mereka yang sayangnya bekerja di bawah standar kualitas.
Sebagian retorika para pendukung teroris itu memang memikat, karena dia menyentuh sisi-sisi emosional terdalam kaum Muslim. Siapa yang tak tertawan dengan retorika bahwa Amerika adalah teroris besar karena kelakuannya di Timur Tengah dan dunia Islam lainnya? Dengan terus mempersalahkan Amerika, para pembela teroris itu merasa absah mendukung teror dan kekerasan, meski korban dan kerugian terbesar dirasakan oleh bangsa sendiri.
Tak ada orang yang menyangkal bahwa faktor Amerika memainkan peran yang sangat besar bagi sulitnya menumpas gerakan terorisme yang melanda dunia Islam. Kebrutalan dan kesewenang-wenangan Amerika juga sangat menyulitkan kaum moderat Muslim dan siapa saja yang ingin berjuang menumpas terorisme. Banyak orang menahan diri untuk mengecam teroris karena mereka takut dibilang “antek Amerika” atau “antek zionis.”
Sementara itu, para “penulis investigatif” yang umumnya duduk manis di ruang ber-AC ikut-ikutan membela para teroris yang umumnya hidup sulit dan kepanasan di luar sana. Saya tidak terlalu yakin bahwa mereka mengenal pasti dengan obyek yang sedang ditulisnya. Kesan saya, mereka sepertinya sedang meng-entertain ego dan libido intelektual saja, jika bukan benar-benar ada habitus teror dalam dirinya.
Perang terhadap teror memang bukanlah tugas polisi semata. Ia merupakan tugas kita semua, baik masyarakat agama, hukum, pers, akademis, maupun lainnya. Yang diperlukan adalah kejernihan berpikir, keseriusan, dan rasa tanggungjawab yang besar terhadap persoalan. Tugas polisi adalah menangkap pelaku teror, sementara tugas kita adalah menyadarkan betapa terorisme dan kekerasan atas nama agama dengan dalih apapun merupakan tindakan yang tidak bisa dibenarkan.
Tanpa perlu dikatakan, the benefit of doubt harus terus dipakai, tujuannya adalah mencari kebenaran sepanjang ia sesuai dengan aturan-aturan hukum formal, bukan sepanjang khayalan-khayalan liar yang tak bertanggung jawab. Pers menjadi ujung tombak bagi kebebasan, karena dari sanalah kebenaran disiarkan. Tapi pers bisa menjadi senjata yang mematikan jika para pengelolanya tak mengerti potret besar dari persoalan yang berlaku.
Blogger Templates
Continue Reading

September 21, 2010

Hasutan Berjubah Agama

Posted by aryudiwai at 22.51
Blogger TemplatesSaya kira hukum kita memiliki delik yang jelas tentang perkara hasutan. Seseorang yang mengeluarkan saran untuk membunuh orang lain adalah penghasut, dan mestinya ditindak secara hukum, apalagi jika hasutannya itu benar-benar digunakan untuk melakukan tindak pembunuhan.
Saya kira, selama para penghasut yang mengatasnamakan agama bebas melontarkan kebenciannya dengan bungkus fatwa, kekerasan akan terus terjadi. Saya tidak tahu berapa banyak lagi orang yang diam-diam terus memendam niat mencelakai orang lain akibat sebuah fatwa agama yang didengarnya dari seorang ulama atau ustad....kasus yang menimpa pendeta HKBP adalah contoh kriminal yang di bungkus agama.....so cool yea
Situasi keagamaan Indonesia kini sudah semakin mirip dengan situasi keagamaan di Mesir dan beberapa negara di Timur Tengah, yang terus mempertontonkan kekerasan atas nama agama. Peran ulama dan ustad sangat besar dalam mendorong aksi-aksi kekerasan itu.
Pada awal tahun, Faraj Fouda, kolumnis terkenal Mesir, ditembak oleh seorang aktivis Islam. Alasan dia menembak mati Fouda karena ia mendengar ulama Cairo kerap mengecam Fouda sebagai seorang yang sesat dan kafir, hal ini bisa aja terjadi di  Indonesia kalo pemerintah tidak ada tindakan tegas terhadap kejahatan berkedok agama ini dan sungguh disayangkan kalo kejahatan ini terus berlangsung terhadap kaum minoritas......ask mode on kayaknya pemerintah need some viagra.....
Penusukan pendeta HKBP dilakukan setelah ada pertemuan ormas FPI di salah satu mesjid di Bekasi dan tentunya para followernya sangat loyal setelah mendapat fatwa bahwa melakukan kekerasan terhadap orang yang dianggap kafir adalah halal dan tidak dilarang agamanya, suatu hasutan yang sempurna....hmm i like ur style
Kita tentu saja tak menginginkan Indonesia  dalam situasi busuk ini, tapi jika fatwa-fatwa kebencian dan kekerasan terus bermunculan, rasanya hanya tinggal soal waktu saja untuk menggenapi kekacauan dan keterpurukan negeri ini.......oh no....help2...
Blogger Templates
Continue Reading

September 20, 2010

Agama,Turis dan Toleransi(suatu pelajaran mahal)

Posted by aryudiwai at 11.44
Blogger TemplatesDalam suatu kesempatan, saya berkeliling ke beberapa tempat di Indonesia yang memiliki kawasan alam yang indah dan menjadi tujuan para turis. Di antara tiga tempat yang saya kunjungi adalah Ternate-Tidore, Bali, dan Lombok. Ketiga tempat ini, selain memiliki kawasan wisata yang indah juga dikenal sebagai tempat bersejarah.
Ternate-Tidore adalah dua kerajaan Islam besar pada masa silam dan dua tempat yang menjadi perebutan kekuasaan pelaut-pelaut Eropa. Bali dan Lombok juga merupakan tempat bersejarah yang merupakan salah satu pusat peradaban Hindu di masa silam.
Menarik untuk dicatat bahwa di antara tiga kawasan wisata itu, Bali merupakan kawasan wisata yang paling berhasil dan paling banyak mengeruk devisa bagi pemerintah lokal dan pusat. Sementara kedua kawasan wisata lainnya, yakni Ternate-Tidore dan Lombok kurang berhasil. Bahkan keberhasilan Lombok sepenuhnya bukan karena dirinya sendiri, tapi karena imbas dari wisatawan yang berkunjung ke Bali.
Mengatakan Bali berhasil karena faktor Hindu dan Ternate-Tidore serta Lombok gagal karena faktor Islam mungkin sebuah penyederhanaan persoalan. Tapi, saya kira, faktor agama ini cukup penting dalam mempengaruhi nasib dan masa depan sebuah kawasan turisme.
Ambillah Ternate-Tidore sebagai contoh. Beberapa penduduk di sana yang saya temui mengharapkan kalau dua pulau ini bisa menjadi kawasan wisata yang berhasil. Tapi ketika saya tanyakan adakah sebuah bar atau kafe untuk para turis asing, salah seorang mengatakan: “dulu ada, tapi semuanya sudah dihancurkan. Baru-baru ini ada satu kafe didirikan, tapi masih takut beroperasi.” Menurutnya, yang menghancurkan kafe-kafe itu adalah kelompok Islam model FPI (Front Pembela Islam) yang alergi terhadap tempat-tempat maksiat.......so primitive or emang munafik ya
Kafe atau bar itu mungkin satu persoalan kecil. Tapi, ia menjadi bagian penting dari industri turisme. Apalagi kalau target turisme adalah wisatawan asing, keberadaan kafe dan berbagai asesorinya merupakan hal yang tak terelakkan. Sebetulnya kalau mau jujur, pengguna kafe juga bukan hanya turis asing. Wisatawan lokal dan penduduk setempat juga banyak yang menyukai kafe dan bar.....saya juga selalu mengunjung kafe or bar setiap kali berpelisir....what wrong
Penolakan terhadap kafe atau bar jelas berangkat dari ketakutan dan kebencian berlebihan terhadap apa saja yang dicurigai sebagai “maksiat.” Takut atau benci bukanlah sesuatu yang dilarang. Tapi, mengumbar ketakuan dan kebencian dengan cara-cara kekerasan, apalagi merusak, jelas akan menghancurkan semua tatanan kehidupan.
Bagi mereka yang memimpikan keberhasilan wisata di daerah mereka (baik di Ternate, Tidore, Lombok, ataupun kawasan lainnya) sudah semestinya belajar dari orang-orang Bali yang sangat toleran dan secara sadar mau menerima berbagai konsekwensi dari indutri ini. Tanpa toleransi, keinginan akan sebuah industri turisme yang berhasil tak akan terwujud.
Menurut saya, kemaksiatan bukanlah sesuatu yang harus dilarang atau apalagi ditumpas habis. Kemaksiatan adalah unsur intrinsik dalam diri manusia. Ia sama tuanya dengan usia manusia. Kita semua belajar maksiat dari Adam dan Hawa, ibu-bapak semua umat manusia. Dan para Nabi juga tak lepas dari kemaksiatan ....come on we already sinfull...he2
Yang perlu dilakukan adalah membuat aturan dan meregulasi “maksiat.” Minuman keras tak boleh dilarang, tapi diberikan tempat-tempat khusus bagi orang-orang yang ingin meminumnya. Prostitusi tak boleh dimusuhi. Tapi diberikan tempat atau lokalisasi yang wajar. Yang diperlukan di sini bukanlah sikap benci dan permusuhan, tapi toleransi dan kerendahan hati.
Di setiap peradaban, minuman keras  dan prostitusi  menjadi bagian dan pernik yang tak terhindarkan, termasuk dalam peradaban bangsa apapun di masa silam. Kehidupan manusia bukan melulu tentang kitab suci, beribadah,ect. Meminjam ungkapan seorang teman, sebagai mana enerji kesolehan harus disalurkan, enerji kemaksiatan juga harus diberi saluran, agar tidak meledak dan tercecer di sembarang tempat.....he2
Blogger Templates
Continue Reading
 

aryudiwai mind Copyright © 2009 Blue Glide is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Journal