rel='shortcut icon'/> aryudiwai mind

TITLE-TEXT

your summary/description here ...

Free Blogger Template

Ipietoon provide free blogger template, blogger trick and tips, design resources

Oktober 26, 2011

Singkawang layak jadi kota pensiunan

Posted by aryudiwai at 20.04
Sebuah kota bisa berkembang menjadi kota dengan kategori maju , tidak berkembang dan mungkin jadi kota mati. Sebenarnya tidak susah untuk menilai potensi sebuah kota , sumber daya apa yang bisa di kembangkan dan bagaimana infrasruktur pendukungnya.

Bisa jadi sebuah kota disebut kota agraris, kota industri dan yang paling menjanjikan menjadi kota jasa , yang di dalamnya termasuk potensi pariwisata. Jadi pada prinsipnya berkembangnya sebuah kota sudah di takdirkan dari sananya, jangan pernah bermimpi kota akan berubah keluar dari nasibnya sendiri. Potensi alam itu terbatas, sumber daya manusia juga akan mengikuti perkembangan kota , jadi dengan segala keterbatasan haruslah bijak merencanakan arah pembangunan sebuah kota.

Kadang para pemimpin  lupa diri atau memang bodoh hingga  bernafsu merencanakan pembangunan sebuah kota tanpa melihat dasar kemampuan kota itu . Punya mimpi indah dan cita-cita tinggi itu wajar, tapi jangan pernah melawan takdir khususnya takdir alam sebuah kota.

Sebagai pemimpin yang bijak, harus mengali potensi dasar sebuah kota dan di jadikan acuan dalam pembangunan, bukannya demi ambisi pribadi tapi berakhir dengan kekecewaan dan merusak keseimbangan alam kota itu sendiri, dan menanggung resiko di akhir jabatan jadi objek caci maki masyarakat karena dianggap gagal.

Menurut saya, singkawang yang hanya 50.000 ha dengan alam yang indah memang bisa dikembangkan ke arah kota jasa khususnya pariwisata , tetapi hal ini tidak bisa terwujud instan karena perlu proses panjang dan perlu komitmen dari  banyak pihak terkait. Prediksi saya butuh 20 tahun lagi , singkawang layak di sebut kota wisata. Jadi saran saya untuk saat ini, potensi terbaik menjadikan singkawang sebagai kota pensiunan saja. Silakan para pemimpin kota singkawang menawarkan jasa agar para manula perantau asal singkawang untuk pulang kampung menikmati masa tua yang indah di kota singkawang.

Jangan bilang ini ide yang melecehkan, justru potensi perputaran ekonomi sangat besar, bayangkan berapa kali terjadi kunjungan sanak saudara dari luar singkawang jika para orang tuanya ada di sana. Ok anggap ini sebagai opini yang perlu di pertimbangkan daripada berkoar-koar terlalu tinggi tentang konsep masa depan singkawang. Para calon pemimpin kota singkawang jangan hidup dari mimpi tapi harus berani  lihat kenyataan dan takdir alam kota singkawang.
Sayangkan gara-gara salah konsep singkawang malah jadi kota mati.........
Continue Reading

September 19, 2011

Heran , Bukan , Bangga

Posted by aryudiwai at 04.22
Mungkin judul di atas terasa aneh dan nggak nyambung maknanya, yup ... memang disengaja pengen bikin tulisan yang terdiri dari tiga bagian yang saya sendiri belum tahu ada hubungan atau tidak .. so weird..

Heran
Kadangkala yang namanya bakat muncul tanpa kita sadari, mungkin dalam kehidupan sehari2 kita hanya berusaha menjalankan rutinitas tanpa pernah memikirkan potensi diri (bagian dari hidup yang membosankan). Dan sampai suatu hari ada seseorang yang memberikan pujian atas pekerjaan/kebiasaan kita yang dianggap luar biasa... heran ? namanya pujian jelas positif maknanya, berbanding terbalik kalo diberi hujatan.... heran ?
Bisa jadi bagi kita hanya sesuatu yang harus di lakukan , mungkin karena tuntutan kewajiban atau sekedar hoby menghabiskan waktu  ( iseng ). Banyak hal karena iseng justru menjadi komoditi , jadi jangan heran kalo suatu saat bakat kita di temukan orang lain (syukur2 pencari bakat )... heran ?

Bukan
Katanya dalam hidup ini ,rejeki, jodoh dan kematian sudah diatur oleh Sang Hyang Widhi yang kemudian di terjemahkan sebagai takdir. Tapi dalam menjalankan kehidupan tidak seharusnya kita hanya menyerah pasrah saja karena merasa semua sudah di atur dan bergantung pada nasib aja.
Manusia semodern apapun masih percaya akan ramalan dalam bentuk apapun , mungkin karena rasa penasaran akan rejeki, jodoh dan kematian hingga selalu ingin tahu rahasia langit... Bukan ?
Kita selalu terobsesi dengan ramalan hingga menyakininya dan kadang2 justru menjadi sugesti dalam menjalankan keseharian... Bukan ? Apa yang mau saya katakan  kalo sebenarnya  ramalan itu hanya bersifat umum saja dan bisa jadi tidak sedikitpun sesuai dengan karakter kita ... bukan ! benar2 bukan !!!

Bangga
Kata ini tentu bearti sangat dalam, karena bermakna "sesuatu banget ya " ( kerasukan Syarini ) .. bangga ? tapi terlepas dari apapun juga , mempunyai perasaan ini jelas luar biasa. Kata ini identik dengan manusia optimis atau sukses dan selalu percaya diri dalam menjalankan kehidupan.
Punya perasaan bangga tentu luar biasa , terlepas itu untuk diri sendiri maupun pada sesuatu yang sangat bearti. Kita semua pasti ingin punya sesuatu yang bisa di banggakan even itu dalam hati yang nggak mungkin kita ceritakan pada orang lain karena mungkin di anggap gila atau ke GRan .... Bangga !!

So terlepas ketiga kata itu ada hubungan atau tidak, dalam bulan September ini saya telah merasakannya dan walau nantinya di anggap gila , sayapun sudah siap mental .... he he he ,.... heran ? bukan ? bangga !!!!

Continue Reading

Juli 28, 2011

?('o'?) LOE, (?','?) GUE = ?(???)? END...

Posted by aryudiwai at 00.19
Cinta itu seperti extacy, memberikan kesenangan  dan lupa diri saat mabuk cinta, lalu apa yang terjadi saat sadar cinta ? Tersadar dari cinta yang salah dan dipaksakan , lalu mulai mencari alasan pembenar untuk menyakiti cinta itu.

Banyak pendapat mengatakan resiko jatuh cinta / mabuk cinta adalah di sakiti , hmmm .. let me figure out... jadi kesimpulannya ada alasan pembenar kalo cinta harus disakiti dan itu bagian dari permainan yang namanya "Game of Love ".
Tidak semua yang memainkan permainan ini akan tersakiti, banyak juga yang survive dan berakhir happy ending ( I like  this part ). Bagaimana dengan sisa lainnya ? mereka adalah korban dari permainan ini dan harus siap terima resiko.

Yang mengherankan adalah para korban cinta bisa menikmati permainan ini dengan dalil disakiti adalah bagian dari cinta.... cinta perlu pengorbanan, cinta itu buta atau bilang "I love this Game, ect.....sekilas dalil ini bisa diterima hingga muncul pertanyaan .. apakah mereka sakit jiwa ?.. Halloooo wake up guys, dunia nggak selebar pinggangnya Syarini...

Game of love mesti dimainkan dengan indah ,  take & give dan berakhir dengan wiwn win solution, cinta itu gagal kalo berat sebelah, hanya terima duka atas dalil nama cinta. Diluar sana masih banyak orang baik yang lebih layak dicintai daripada meneruskan game of love yang berakhir dengan luka dan nanggis darah... he2..

Pilihan hidup ada 3, married/not married/Hidup Sejawat ... tidak ada standar baku di akhir abad 21 .. mumpung masih ada kesempatan untuk Leave the Game or Change it, segera ucapin mantra "?('o'?) LOE, (?','?) GUE = ?(???)? END.".... the choice is yours...

for someone out there, you know what i mean.... evil mode on
Continue Reading

Juli 07, 2011

Bangsawan kesiangan

Posted by aryudiwai at 16.15
Semua orang pasti terobsesi pengen jadi keluarga bangsawan, hidup layak dunia dongeng dengan segala fasilitas. Punya mimpi jadi bangsawan adalah normal dan waras, yang nggak waras adalah pengen jadi bangsawan dengan jalan pintas *Royal Wannabe* yang akhirnya jadi bangsawan kesiangan.

Tujuannya bisa macam2, dari sekedar gaya hidup, sosialita ataupun pencitraan... untuk mendapat gelar bangsawan jaman sekarang sangat gampang apalagi versi lokal. Kesultanan yang rajin memberikan gelar bangsawan setiap tahun adalah keraton solo, yang pada prinsipnya untuk mendapatkan gelar bangsawan ada persyaratan yang perlu di nilai kelayakannya. 

Hal yang paling prinsip untuk mendapat gelar bangsawan keraton solo adalah aktif dalam menjaga kelestarian budaya jawa khususnya keraton, tapi kenyataannya banyak sekali orang awam yang nggak jelas peranannya dalam kebudayaan jawa keraton bisa memperoleh gelar tersebut.
Dari kenyataan ini, muncul dugaan dan kecurigaan, layak kah gelar bangsawan itu ? jelas sudah melenceng jauh dari prinsip awal, atau justru emang gelar itu bisa di beli ? ...

Mendapatkan gelar bangsawan dengan cara ini jelas bikin malu, dan akan jadi bahan tertawaan masyarakat yang mempertanyakan layak tidaknya mendapat gelar bangsawan.
Kalo tujuannya pencitraan jelas salah besar, agar mendapat nilai plus tentu salah kaprah. Berapa banyak kepala daerah yang sudah diberi gelar bangsawan tapi nggak ada hubungannya dengan budaya jawa apalagi keraton.

Bagi mereka yang di beri gelar bangsawan bisa berkelit kalo mereka mendapat gelar tersebut karena dianggap layak dan lolos seleksi ... argumen yang salah kaprah tanpa isi. Coba di refresh otaknya dulu , apa hubungan nggak sama budaya jawa ? budaya keraton ? kontribusinya apa ?
Bukan kebanggaan yang di dapat tapi malah di cap tolol dianggap bangsawan kesiangan. Untuk semua kepala daerah , saya cuma ingatkan bahwa masyarakat nggak butuh bangsawan untuk jadi pemimpin tapi pemimpin yang merakyat....
Continue Reading

Juni 22, 2011

Menuju Singkawang1 , part 2

Posted by aryudiwai at 13.59
Setahun yang lalu dengan judul yang sama , saya menulis tentang peta politik persaingan dalam pilkada 2012 yang akan datang, sampai hari ini tidak ada perkembangan yang signifikan atau cenderung membosankan. Kayaknya para elite politik kita tidak ada yang kreatif dalam mengolah isue. Terlalu banyak isue2 basi berbau SARA yang masih terus di jadikan senjata menarik simpati.

Kayaknya para elite kurang memahami atau pura2 nggak tahu kalo singkawang itu unik dengan segala keterbatasannya, yang pada prinsipnya mempunyai nilai jual ekonomi yang tinggi. Singkawang di pimpin siapa saja nggak mungkin maju jika para elite hanya terus menyerang pribadi dan golongan demi keuntungan pribadi.
Masyarakat singkawang pada umumnya nggak terlalu terpengaruh, selama tidak menganggu hajat hidupnya dan cenderung antipati.Masyarakat sebagai pengerak roda perekonomian jangan terus di benturkan dengan isue2 basi dan kalo timbul masalah, muncul para   elite yang sok jadi pahlawan kesiangan yang seakan2 membela kepentingan masyarakat.

Pada prinsipnya dalam era demokrasi, kalo kita nggak suka para pemimpinnya , cukup jangan di pilih lagi di periode selanjutnya, nggak perlu menganggu dengan isue2 basi yang justru menghambat pemerintahan.
Saya bukan pendukung HK yang katanya suka curhat, tapi kalo sasaran tembak selalu HK yang dianggap gagal memakmurkan singkawang, tentunya tidak fair. Keberhasilan bukan di ukur dari satu orang saja, tapi keseluruhan struktur pemerintah yang berjalan efektif atau tidak. 

Surat kabar juga bertanggung jawab karena sangat doyan membenturkan penyataan pribadi yang belum tentu layak di liput, atau bahkan narasumber yang nggak jelas. Pada jaman sekarang dengan banyaknya social media, segala informasi dengan gampang di dapat, harusnya para elite bisa memanfaatkan sarana ini untuk mengali informasi dari masyarakat bukannya menjadikan sarana ini sebagai ajang menghujat apalagi pakai anomin.

Saran saya kalo mau jadi pemimpin singkawang : "Jangan RASIS " baik perkataan dan perbuatan....hebat lagi  kalo bisa dalam pikiran juga  : ))
Continue Reading
 

aryudiwai mind Copyright © 2009 Blue Glide is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Journal